in

8 Band dan Penyanyi Terburuk Indonesia

Band dan Penyanyi Terburuk Indonesia

Sebenarnya tulisan ini ada pada arsip blog lama saya yang di posting tahun 2010. Saya refresh kembali dan tentunya sudah ditambahkan sedikit. Ada banyak sekali band dan penyanyi terburuk, tapi pada tulisan ini saya hanya mencantumkan beberapa saja
Saya sangat setuju bahwa Mayor Label Indo adalah wadah berkembangnya band dan penyanyi  buruk. Saya tidak tau penyebab hal buruk tersebut, apakah dari Mayor Label atau dari band itu sendiri. Misalkan, sebuah band atau penyanyi pada awalnya punya kreatifitas saat berstatus indie tapi ketika masuk mayor label mereka mulai mengalami krisis kreatifitas. Dari krisis kreatifitas inilah, lahirnya musik-musik cengeng merengek. Ciri khas dari kata “CENGENG” ini adalah lirik lagu yang bertemakan cinta dan dibungkus dengan musik slow menye-menye. C’mon gaess, persoalan di dunia ini bukan cuma cinta dan perselingkuhan. Masih banyak tema yang bisa dijadikan lirik lagu. Bahkan yang lebih parah beberapa band tidak tanggung-tanggung melakukan aksi plagiat, dari musik sampai karakter band tersebut di copy paste.

Inilah alasan kenapa saya katakan buruk.

Hal tersebut juga diimbangi dengan munculnya acara musik pagi di siaran tv lokal. Acara musik pagi adalah salah satu wadah berkembangnya musisi abal-abal. Selain boyband, biasanya yang ngetop band dengan gaya rambut poni lempar plus musiknya yang cengeng merengek. Tapi yang perlu diingat beberapa band buruk tidak juga menggempur di media mainstream. Bahkan ada juga yang memilih jalur underground.  Kita mulai dengan urutan teratas cekidot brott…

8. D’Massive

D’Nasib atau kata fansnya D’Massive benar-benar populer di zamannya. Band ini mulai di blow up media pada tahun 2008 dan memang di tahun tersebut lagi menjamurnya acara musik pagi. Kesuksesan mereka di mayor label tidak lepas dari dua  2 lagu pamungkasnya “Cinta ini Membunuhku” dan “Diantara Kalian”. Sudah tidak dipungkiri awal kemunculan band ini banyak mendapat cibiran karena salah satu lagunya copas habis karya band My Chemical Romance, Parah memang! Bedanya suara vocalis Ryan sangat cengeng sekali. Kenapa sih copas karya orang? urusan band ini sebenarnya dan saya tidak melarang. Asal kalian tau di situs streaming banyak netizen mancanegara yang mencap indonesia sebagai The Copycat Country.

7. Armada


Terkadang sebuah penampilan bisa menipu. Jujur saya bingung dengan penampilan band ini. Gayanya persis rocker tapi lagunya METAL (melayu total). Lagu yang dibawakan sudah jelas tidak jauh-jauh dari irama cengeng. Kalau live perform, aksi-aksi personilnya persis seperti rocker dunia. Penuh kehebohan dan ajang lompat-lompat. Mau lompat-lompat sambil salto silahkan saja, tapi lihat-lihat dulu kondisinya. Sangat aneh ketika membawakan lagu slow cengeng tapi aksi personilnya terlihat seperti kehebohan band death metal. Pakai efek-efek gitar tapi permainan gitarnya tidak seheboh gearnya, cape deh. Oh yah menurut saya vocalis Armada ini punya suara yang tebal dan sangat cocok jika membawakan genre rock, sayang sekali dia menyia-nyiakan bakat alami tersebut.

6. Kangen Band

Anda tau keburukan band ini apa? mereka tercatat sudah puluhan kali mencetak penghargaan musik lewat Da*syat Awards dan inb*x sebagai nominasi band terbaik. Saya sendiri bingung tolak ukurnya apa sehingga band ini mendapat predikat terbaik? Padahal sistem yang dipakai adalah polling. Satu-satunya gebrakan paling populer dari Kangen Band yaitu trendingnya potongan rambut poni lempar yang kemudian di ikuti oleh band-band tanggung sejenis. Di barat sana gaya rambut poni lempar ini menjadi trend di lingkungan band cadas. Beberapa band cadas yang eksis dengan potongan rambut ini antara lain BMTH, ASKING ALEXANDRIA, ALESANA, PIERCE THE VEIL. Kangen Band  terjangkit trend tersebut dan parahnya (maaf) wajah mereka tidak mendukung. Anda bisa membandingkan penampilan Asking Alexandria dan Kangen Band, layaknya langit dan bumi.

5. The Virgin

Saya tidak tau apakah konsep dari The Virgin benar-benar Original. Pertama kali melihat mereka, saya seperti melihat band ini mengcopy karakater dari Ratu. Memakai formasi duo dengan memainkan musik pop bercampur rock. Dari pandangan saya, sebenarnya mereka punya skill dan kreatifitas. Tapi sayang sekali aset tersebut tidak berguna apabila berkarya dalam mayor label indonesia. Dimana konsep musik harus taat aturan label, “bikin musik yang mudah dicerna sama liriknya kalau bisa yang cinta-cinta’an dan galau”. Akhirnya pasangan ini terlihat membosankan. Pasalnya setiap peform, mereka selalu mengandalkan Lipsync. Selain itu gaya rambut poni lempar Mitha The Virgin menjadi trending di kalangan cewek-cewek tomboy. Gerombolan 4L4Y ini bisa anda saksikan dalam acara musik pagi.

4. Kotak

Awal kemunculan band ini sempat menggebrak industri musik tanah air lewat tembang “BERAKSI”. Musiknya sangat membangkitkan adrenalin dan saya suka sekali mereka membawakan genre rock. Tapi ketika makin terkenal, lagu-lagu yang disuguhkan justru lebih banyak mengusung cinta dan patah hati. Tipikal lirik lagu yang dibawakan tidak beda jauh dengan hal nya lirik percintaan yang diusung oleh band-band seperti kangen band, armada dan sejenisnya. Lirik-lirik yang disampaikan band Kotak lebih banyak mengambil tema patah hati dan perselingkuhan. Sebagai bukti lirik yang dibawakan sangat konyol dan menggelikan. “Kamu tak tahu rasanya hatiku. Saat berhadapan kamu Kamu tak bisa bayangkan rasanya Jadi diriku, yang masih cinta.  Kamu tak tahu hancurnya hatiku Saat berhadapan kamu. Kamu tak bisa bayangkan rasanya. Jadi diriku, yang masih cinta”.

3. Coboy Junior

Boyband cilik ini lahir ditengah maraknya invasi K-Pop di Indo, bisa dibilang mereka terjangkit virus boyband korea. Apa yang ada dibenak kalian ketika melihat gerombolan bocah membawakan lagu cinta patah hati? Selain itu banyak hal buruk dari boyband ini, salah satu yang saya soroti adalah Lypsinc. Jujur menjadi boyband K-Pop itu sangat sulit. Kenapa? selain mengandalkan vocal mereka juga diharuskan menyajikan koreografi dance yang ciamik. Ciri khas Boyband korea dalah Vocal + Dance. Anda pikir itu mudah? jujur sangat sulit, butuh stamina besar. Sayangnya gerombolan keledai ini hanya mengandalkan Lypsinc. Ditambah lirik yang dinyanyikan sangat tidak pantas. Banyak anak kecil dari kaum hawa yang menggemari mereka, bahkan jadi fans fanatik yang kemudian menjadi ababil.

2. Young Lex & Awkarin

Jika anda Youtuber, anda pasti tau bagaimana 2 orang ini menjadi terkenal dengan musik yang…….aduhhh saya mau muntah. Suara Young Lex sangat cempreng dan menurut saya racikan liriknya (maaf) lemah  “Memang gue anak nakal. Seringkali ngomong kasar. Tapi masih batas wajar”. Secara tidak sadar, penggalan lirik tersebut seperti mendoktrin fans mereka “tidak apa-apa jadi nakal yang penting masih wajar”. Padahal kualitas lirik lagu bisa mencerminkan kualitas berpikir, dalam hal ini kualitas pendidikan juga. Beberapa top record Young Lex antara lain, menghina Iwa K dan sering bentrok dengan penonton karena ocehan kasarnya. Tidak heran mereka jadi bahan cemo’oh netizen. Anda bisa menemukan hampir semua video mereka di situs streaming banjir dengan komentar caci maki.

1. Radang Kelamin

Berbeda dengan band-band sebelumnya, Radang Kelamin menggempur jalur Underground dengan musik yang kerap membuat kepala sakit. Berdasarkan situs review, Radang Kelamin memainkan musik dengan aliran brutal / gore / porn grind dengan lirik-lirik yang vulgar. Tapi saya sepakat bahwa kumpulan profesor musik ini tidak membuat musik yang terdengar berkelas, yang ada malah jadi lucu dan konyol. Saya sedikit mempelajari aliran porn grind ini. Di US sana rata-rata band yang beraliran porn grind sangat mahir meracik struktur lirik, sehingga terdengar vulgar tapi tetap berkelas. Tidak seperti Radang Kelamin yang tidak mahir membuat lirik berkualitas dan isinya hanya seruan mesum yang amat provokatif dan tidak mendidik. Beberapa lagu Radang Kelamin yang bisa memicu rasa berak, antara lain Aku Rindu Jepitan Mem*ekmu, Katakan Tidak pada To*ket Tepos, Ngen*totlah sebelum ngen*tot itu dilarang.

Itulah sedikit list penyanyi / band kualitas abal-abal. Jika ditanya ST12, Hijau Daun, Wali dan sejenisnya kenapa tidak masuk?? Menurut saya kangen band sudah mewakili mereka. Boyband-boyband alay semacam Smash bahkan sudah diwakili oleh CJR.

Tapi seburuk-buruknya para pelaku musik di atas, kita harus setuju bahwa mereka pernah dan bahkan sampai sekarang berkontribusi mewarnai era musik tanah air, jadi genre musik kita ada macam-macam jenis dan tidak cuma rock metal melulu ataupun pop melayu melulu.  Yang mau tambahkan silahkan, yang mau caci maki juga boleh….itu hak anda sebagai pembaca. Freedom of speech coyyy!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Videoklip Musik Pertama Di Indonesia

15 Jenis Musik Yang Ada Di Indonesia